Di setiap Akhir pekan sudah menjadi hal yang biasa para bikers di Bandung selalu menghabiskan akhir pekannya dengan melakukan Rolling ke lembang, ciwidey atau daerah lainnya sebagai lokasi refreshing. Namun patut di sayangkan jika Bikers yang juga sebagai masyarakat Bandung masih banyak pula yang tidak mengenal bahkan mengetahui kalau di Bandung juga terdapat tempat refreshing yang tidak kalah serunya dengan daerah lain Salah satunya yaitu Curug Dago.
Curug Dago Merupakan sebuah air terjun di daerah Bukit Dago, dan merupakan salah satu objek wisata yang termasuk kawasan hutan lindung yang sekarang dikenal dengan Taman Hutan Raya (TAHURA) Ir. H. Djuanda yang dahulu dikenal dengan nama Dago Pakar, yang berada di ketinggian sekitar 800 m di atas permukaan laut dan terletak 8 km dari pusat kota ke arah utara.
Curug Dago yang memiliki ketinggian lebih kurang 10 meter kini kian jarang dikunjungi wisatawan. Baik wisatawan lokal maupun mancanegara. Lokasinya yang cukup terpencil semakin hilang tenggelam. Kendati letaknya tersembunyi, namun Curug Dago bisa dibilang sangat dekat dengan akses jalan utama, dan terminal Dago. Namun kondisinya sangat berbeda jauh dengan Taman Budaya Propinsi Jawa Barat (Dago Tea House) yang selalu ramai didatangi orang. Padahal antara Dago Tea House dan Curug Dago letaknya juga berdekatan.

Curug Dago pada tahun-tahun kebelakang pada awal 1990-an selalu dibanjiri pengunjung karena saat itu kondisinya masih okeh. Meskipun relita yang ada sekarang ini menyebutkan Curug Dago kondisinya sangat memprihatinkan, Namun Curug Dago yang kini terlantar ternyata menyimpan jejak sejarah bagi Kerajaan Thailand. Tak jauh dari lokasi air terjun, terdapat dua prasasti batu tulis berhuruf Thailand peninggalan sekitar tahun 1818. Menurut para ahli sejarah, kedua prasasti tersebut konon merupakan peninggalan Raja Rama V (Raja Chulalonkorn) dan Raja Rama VII (Pradjathipok Pharaminthara) yang pernah berkunjung ke Curug Dago. Selain itu Curug Dago juga sebenarnya masih memiliki daya tarik wisata alam yang cukup beragam seperti pemandangan alam, flora dan fauna serta keadaan udaranya yang sejuk dan nyaman.

Objek wisata Curug Dago merupakan aset yang harus dijaga kelestariannya, untuk itu dibutuhkan kerja keras kita semua sebagai masyarakat Bandung agar lebih peduli terhadap kekayaan alam yang kita miliki dan tentunya hal ini harus diawali dengan pembenahan serta rehabilitasi Curug Dago sebagai Objek Wisata yang sudah selayaknya ditunjang fasilitas wisata lainnya agar masyarakat yang berkunjung merasa nyaman sehingga keindahan Curug Dago yang merupakan Treasure Kota Bandung dapat juga dirasakan dan dinikmati keindahan alamnya oleh Generasi yang akan datang.
Jadi datanglah sesekali ke Curug Dago agar kita bisa mengenal kekayaan alam yang kita punya. dan mari kita jaga bersama-sama alam indah yang kita cintai. BRAVO BANDUNG, VIVA FCMB, VIVA BIKERS !!!
2 Komentar
Komentar RSS Lacak Balik URI Pengenal
Tinggalkan komentar









Al-hamdulillah,..ternyata Masih ada orang2 yang sangat peduli terhadap lingkungannya, khususnya tanah Curug dago yg sudah pada dilupakan orang2,.FCMB << terima kasih banyak, jasa2 mu kami kenang selalu,..kang Sony…Hatur nuhun mudah-mudahan makin banyak lagi orang2 yg seperti kang Sony lahir di FCMB. terima kasih sudah melakukan beberapa hal yg berarti di Curug Dago. semoga bermanfaat dan menjadi Contoh bagi yg lainnya, Amiin.
Sy sering ke Curug Dago krn dekat dgn kosan sy di Cisitu, daerah Simpang Dago. sebenernya klo kebersihan sungainya dijaga, tempat wisata ini bakal indah kang, sungguh menggoda utk maen air di sana. apalagi sisa aliran lava di sisi-sisi sungainya, bukti dari aktivitas Tangkuban Parahu tuh. semoga potensi wisata ini dapat dilihat oleh dinas kepariwisataan Kota Bandung dan dilestarikan.